Jumat, 15 November 2013

Optimalisasi Pengelolaan Laboratorium Kimia Untuk Meningkatkan Kegiatan Akademik

Kegiatan pengelolaan laboratorium merupakan bagian yang penting sehingga harus ada dalam suatu laboratorium. Pengelolaan merupakan suatu proses pendayagunaan sumber daya secara efektif dan efisien untuk mencapai suatu sasaran yang diharapkan secara optimal dengan memperhatikan keberlanjutan fungsi sumber daya. (National Research Counci dalam Ainun Mardhiah, 2012)
Sistem organisasi yang baik, uraian kerja (job description) yang jelas, pemanfaatan fasilitas yang efektif, efisien, disiplin, dan administrasi laboratorium yang baik pula merupakan langkah – langkah yang dilakukan untuk mencapai fungsi laboratorium yang optimal.
Alat – alat yang canggih, bahan – bahan yang lengkap, dan staf/ asisten laboratorium yang professional tidak akan dapat mendukung proses pembelajaran dan meningkatkan mutu pendidikan jika pada suatu laboratorium tidak ada pengelolaan (manajemen) laboratorium yang baik.
Setiap orang yang berhubungan dengan laboratorium baik pengguna dan pengelola memiliki tanggung jawab dan kesadaran untuk mengatur, memelihara, dan mengusahakan keselamatan kerja. Fungsi mengatur dan memelihara laboratorium dilaksanakan sebagai upaya agar laboratorium selalu tetap berfungsi sebagaimana mestinya. Sedangkan upaya menjaga keselamatan kerja mencakup usaha untuk selalu mencegah kemungkinan terjadinya kecelakaan sewaktu bekerja di laboratorium dan penanganannya bila terjadi kecelakaan.
Kunci keberhasilan laboratorium ditentukan oleh strategi pengelolaan yang meliputi beberapa aspek yaitu perencanaan, penataan, pengadministrasian/inventarisasi, serta pengamanan,perawatan dan pengawasan.

1.    Perencanaan (Planning).
Perencanaan bukan sekedar mengatur kegiatan, melainkan juga menentukan indikator keberhasilan dalam setiap tahapan dari kegiatan yang direncanakan. Dalam pengelolaan laboratorium merencanakan kegiatan  meliputi pelayanan praktikum, penelitian, pengadaan peralatan dan kebutuhan bahan, optimalisasi sumber daya, mencari sumber-sumber dana untuk kemandirian dan maintenance.
2.    Mengatur (Organizing).
Merupakan upaya untuk menjalankan kegiatan laboratorium sebagaimana fungsinya. Pengaturan mencakup setting secara fisik dan  regulating.
a.    Setting
Setting merupakan suatu kegiatan pengaturan tata letak dan penataan  yang mencakup penempatan mebeler, peralatan dan bahan kimia. Setting laboratorium hendaknya dapat memberikan dukungan yang optimal terhadap keberlangsungan kegiatan belajar mengajar. Setting ini perlu memperhatikan prinsip-prinsip keselamatan, efektivitas dan efisiensi, serta kemudahan pengawasan. Prinsip keselamatan dimaksudkan penempatan alat-alat dan bahan diusahakan sekecil mungkin memberikan resiko terjadinya kecelakaan. Prinsip efisiensi dan efektivitas penggunaan alat dimaksudkan bahwa penempatan alat memberikan kesempatan yang tinggi kepada mahasiswa untuk menggunakan alat sesuai peruntukkannya dalam mengembangkan keterampilan dasar laboratorium dengan hasil yang optimal.
b.    Regulating
Regulating merupakan suatu pengaturan jadwal kegiatan dan penyusunan perangkat lunak untuk terlaksananya ketertiban dan keselamatan bekerja di laboratorium. Diantaranya adalah struktur organisasi,  job description, diagram alur, penjadwalan, tata tertib, prosedur penggunaan alat, petunjuk praktikum dan prosedur keselamatan kerja.

3.    Pengadministrasian/Inventarisasi
Pengadministrasian/inventarisasi merupakan suatu proses pendokumentasian seluruh sarana dan prasarana serta aktivitas laboratorium. Kegiatan administrasi laboratorium meliputi segala kegiatan administrasi yang ada di laboratorium, yaitu:
·    Inventarisasi peralatan laboratorium
·    Daftar kebutuhan alat baru, alat tambahan, alat rusak, alat yang dipinjamkan
·    Keluar masuk surat-menyurat
·    Daftar pemakaian laboratorium, jadwal kegiatan laboratorium
·    Daftar inventarisasi alat-alat meubelair (kursi, bangku, lemari, dll)
·    Sistem evaluasi dan pelaporan.
Inventarisasi peralatan laboratorium dan bahan kimia sangat penting dan merupakan asset pendidikan yang sangat berharga sehingga harus dilakukan secara ketat, inventarisasi laboratorium bertujuan untuk:
·    Mencegah terjadinya kehilangan dan penyalahgunaan;
·    Mengurangi biaya operasional;
·    Meningkatkan proses pekerjaan dan hasil;
·    Meningkatkan kualitas kerja;
·    Mengurangi resiko kehilangan, rusak dan pecah;
·    Mencegah pemakaian yang berlebihan;
·    Meningkatkan kerjasama dengan laboratorium lain;
·    Mendukung terciptanya kondisi yang aman.

4.    Pengamanan, perawatan dan pengawasan
a.    Pengamanan
Ada beberapa prinsip umum pengamanan laboratorium meliputi:
1)    Tanggung jawab
2)    Penempatan alat dan bahan
3)    Kerapian
4)    Kebersihan laboratorium
5)    Pertolongan pertama (First - Aid)
6)    Pakaian
7)    Dilarang berlari di laboratorium
8)    Pintu-pintu

b.    Perawatan
Perawatan atau pemeliharaan bukan berarti alat harus disimpan dengan baik sehingga alatnya selalu utuh, akan tetapi alat harus tetap dipergunakan agar tahan lama, dan harus dilakukan perawatan dengan cara menyimpan alat pada tempat yang aman, menjaga kebersihan alat, dan penyusunan penyimpanan alat-alat yang berbentuk set. Dalam perawatan atau pemeliharaan alat perlu diketahui sifat-sifat dasar alat.

c.    Pengawasan
Pengawasan adalah aktivitas yang mengusahakan agar pekerjaan-pekerjaan terlaksana sesuai dengan rencana yang ditetapkan atau hasil yang dikehendaki.


Referensi
Anonim, (2013), Pengelolaan Laboratorium, http://www.m-edukasi.web.id/Pengelolaan Laboratorium _ Media Pendidikan.html akses
Mardhiah, Ainun., (2012), Strategi Pengelolaan Laboratorium Kimia, http://www.blogspot.com/Ainun Mardhiah/STRATEGI PENGELOLAAN LABORATORIUM KIMIA.htm
Simatupang, Nova., (2012), Pengelolaan Laboratorium Kimia, http://www.blogspot.com/ Nova Simatupang/Pengelolaan Laboratorium Kimia.htm akses
Situmorang, M., (2013), Pengantar Pengelolaan Laboratorium,  Modul Pengelolaan Laboratorium, Prodi Pendidikan Kimia PPs Universitas Negeri Medan
Soemanto, Imamkhasani., (1990), Keselamatan Kerja dalam Laboratorium Kimia, Penerbit PT.  Gramedia, Jakarta.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar